Gambaran Kehidupan Damai

July 26, 2007 at 9:25 am Leave a comment

MANUSIA Iran punya harapan dan cita-cita seperti manusia lain di belahan benua yang lain. Harapan dan cita-citanya tercermin dalam karya-karya klasik mereka, baik dalam bentuk lukisan yang dianyam dalam karpet maupun di atas kanvas. Hal itu dijelaskan seorang pemandu wisata di Museum Karpet Iran sambil menunjukkan gambar-gambar yang ada pada karpet.
Gambar-gambar karpet selain mengambil dari cerita yang terkandung dalam kitab suci, juga mengambil penggalan mitologi yang paling menarik, serta harapan-harapan hidup damai dan bahagia. Dalam sebuah karya karpet berukuran 1,60 x 1,15 meter yang dibuat di Tabriz akhir abad ke-20 mengambil gambar dari penggalan cerita Nabi Ibrahim yang akan mengorbankan anaknya.
Di atas tumpukan kayu, Nabi Ibrahim yang sudah siap mengorbankan anaknya, tiba-tiba datang malaikat Jibril dan seekor kambing yang akan menggantikan Ismail anak kesayangan Ibrahim yang saat itu akan disembelih sebagai korban. Karpet yang bergambar Nabi Ibrahim itu dianyam dari bahan katun dan wol.
Ada juga karpet dari katun yang dianyam pada awal abad di daerah Kashan berukuran 1,96 x 1,30 meter, dengan mengambil gambar dari penggalan cerita dari Shah Nameh, buku cerita tentang kerajaan. Salah satu gambarnya adalah penunggang kuda berpanah berlatar belakang sebuah kota. Cerita-cerita dari buku Shah Nameh ternyata sangat berpengaruh dalam gambar-gambar karpet Persia.
Gambar lain yang terekam dalam karpet kebanyakan gambar burung dan taman yang indah, serta kehidupan damai keluarga biasa maupun raja-raja. Gambar kehidupan nikmat itu terekam dalam salah satu karpet yang dianyam pada pertengahan abad ke-20 di Tabriz.
Pada karpet sepanjang 2 x 1,41 meter itu pada empat sudutnya terdapat gambar empat penyair terkenal Iran, yakni Hafiz dari Shiraz, Sheikh Saa’di Moulana Mowlavi-e-Roumi, dan Ferdowsi. Kemudian di antara gambar terdapat puisi yang bermakna sebagai berikut:
Duduk di taman dengan sorotan bulan bagaikan gadis cantik. Dengan selembar roti gandum, dan sebuah gelas besar anggur dan paha daging domba. Anda merasakan kehidupan yang nyaman, seperti tidak ada raja di dunia ini yang bisa menikmati kehidupan seperti itu.
Pada bagian tengah karpet terdapat gambar seorang pria duduk bersama seorang perempuan di sebuah taman. Di depannya terdapat paha domba dan roti, serta minuman. Inilah karya seni karpet yang merekam kehidupan nyaman dan damai yang diharapkan bangsa Iran. Bukan pertempuran!
KEUNIKAN karya-karya seni Iran juga tampak pada seni musik, musik agama, dan arsitektur yang terdapat unsur Asia dan Eropa. Kebudayaan yang berkembang di Iran memang dipengaruhi kebudayaan dari benua lain, mulai dari kawasan Sungai Nil hingga Eropa.
Di tanah Iran inilah terjadi pertemuan lingkaran peradaban Asia, Eropa, dan Afrika. Peradaban tersebut saling memengaruhi dan saling menyangkal satu sama lain. Hasil percampurannya menjadi suatu bentuk yang unik. Tidak habis-habisnya bentuk interaksi budaya ini menjadi lahan penelitian.
Dari segi mitologi, peneliti budaya Iran, Mania Sa’dinejad, mengatakan bahwa mitologi Iran merupakan kombinasi antara budaya-budaya yang lebih maju, antara Asia bagian barat dan budaya-budaya yang dimiliki bangsa Aria.
Ketika bangsa Aria masuk ke Iran, mereka mengembangkan dan mengintegrasikan budayanya ke budaya lokal sehingga terjadi perubahan besar dalam pemahaman tentang dewa-dewa yang dianggap sebagai pengatur kehidupan yang serasi.
Sejumlah arkeolog mencatat 10.000 tahun sebelum Masehi sudah ada kehidupan manusia yang berbudaya di Iran yang kini terhampar di atas dataran tinggi seluas 1.648.000 kilometer persegi tersebut. Catatan arkeolog itu berdasarkan pada penemuan benda-benda seni dan peralatan-peralatan di berbagai goa, seperti di Goa Pabda di dataran tinggi Chaharmahal dan Provinsi Bakhtiari.
Di daerah Pegunungan Zagross juga ditemukan benda-benda seni yang terbuat dari metal. Penemuan ini menunjukkan di kawasan tersebut pada tahun 3000 sebelum Masehi manusia sudah mengetahui bagaimana memanfaatkan benda metal dalam dunia seni.(nas)

Sumber: Kompas, Rabu, 23 Februari 2005.

Entry filed under: ASIAN. Tags: .

Melbourne dan Sydney, Dua Kota Tujuan Wisata Utama Dubai, Surga Wisata di Negeri Teluk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

July 2007
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

%d bloggers like this: