Melbourne dan Sydney, Dua Kota Tujuan Wisata Utama

July 26, 2007 at 12:09 am Leave a comment

BAGI pelancong yang datang ke Melbourne (baca: Melben) dan berniat untuk berbelanja, kota kedua terbesar di Australia yang berpenduduk 3,3 juta jiwa itu bisa menjadi tempat berbelanja yang menyenangkan. Salah satu pusat perbelanjaan yang tidak dapat dilewatkan adalah Queen Victoria Market yang terletak di Elizabeth Street Nomor 513.
QUEEN Victoria Market menyediakan barang apa saja yang bisa dipikirkan orang. Hampir 1.000 pedagang menjual barang-barangnya di pasar yang luasnya sekitar tujuh hektar. Pasar yang buka selama lima hari dalam seminggu itu (tutup pada hari Senin dan Rabu) mencakup pasar yang antara lain menjual bahan makanan sehari-hari, seperti berbagai macam ikan, daging, buah-buahan dan sayur-sayuran, wine, roti tawar, jajanan seperti sandwich, hotdog, pizza, pakaian, aneka macam suvenir, compact disc dan kaset, mainan anak-anak, serta binatang piaraan.
Tidak heran jika orang Australia menyebut Queen Victoria Market lebih daripada sekadar tempat tujuan perbelanjaan yang utama. Bagi orang Australia, Queen Victoria Market adalah tempat yang bersejarah, daya penarik bagi pelancong, dan sebuah lembaga bagi warga Melbourne. Selama lebih dari 100 tahun, pusat perbelanjaan tersebut melayani kebutuhan lebih dari 200.000 orang dalam satu minggu.
Queen Victoria Market yang terletak di tepi barat laut distrik pusat ekonomi di Melbourne secara resmi dibuka pada 20 Maret 1878. Seiring dengan perjalanan waktu, pasar-pasar lain juga bermunculan bersamaan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Akan tetapi, dengan perubahan pola belanja penduduk Melbourne, satu per satu pasar-pasar itu bertumbangan.
Akan tetapi, Queen Victoria Market tetap bertahan sampai hari ini. Tidak heran jika sebagian besar dari bangunan yang terdapat di Queen Victoria Market itu adalah bangunan-bangunan tua yang termasuk bangunan bersejarah.
Pasar yang berusia lebih dari 100 tahun itu sanggup hidup berdampingan dengan pusat-pusat perbelanjaan lain yang dilengkapi air conditioner (AC).
Pasar yang buka mulai pukul 06.00 itu tutup pada pukul 14.00 (Selasa dan Kamis), pukul 18.00 (Jumat), pukul 15.00 (Sabtu), dan pukul 16.00 (Minggu). Dan, bisa dijangkau dengan menggunakan bus, trem, kereta api, atau menggunakan mobil, mengingat pelataran parkirnya cukup luas. Itu sebabnya di Queen Victoria Market dengan mudah ditemui peternak yang menjual binatang peliharaan, seperti ayam dan bebek, di sekitar truk bak terbuka yang diparkir di pelataran parkir Queen Victoria Market.
Jika bisa dibandingkan, Queen Victoria Market itu mirip dengan Chatuchak Market di Kota Bangkok, yang juga dikenal dengan nama pasar akhir pekan (weekend market). Selain barang-barang yang dijual di pasar itu beraneka macam, harganya pun sangat bersaing, jika tidak ingin dikatakan murah.

MELANCONG ke Melbourne tentu tidak semuanya untuk urusan belanja. Di pinggiran Kota Melbourne, kira-kira satu jam perjalanan dengan mobil, juga dapat ditemui Cagar Alam Healesville, yang menjadi tempat pemeliharaan lebih dari 200 jenis burung, mamalia, dan reptil asli Australia.
Cagar alam yang luasnya 32 hektar itu mulai dibuka untuk umum sejak tahun 1934. Walaupun tiga binatang asli Australia yang paling dikenal luas adalah koala, kanguru, dan dingo (sejenis serigala yang sosoknya mirip anjing), sesungguhnya koleksi binatang asli Australia masih banyak lagi, antara lain platypus-mamalia yang hidup di dua dunia, air dan darat, yang berkeliaran mencari makan di malam hari.
Petugas-petugas di Cagar Alam Healesville siap memberikan penjelasan yang rinci mengenai binatang-binatang yang ada di sana, mulai dari kanguru yang dapat menentukan sendiri kapan anaknya dipindahkan dari rahimnya ke kantong pemeliharaan anaknya, sampai koala yang tidur selama 21 jam dalam satu hari.
Di luar cagar alam, di pinggiran Kota Melbourne juga ada tempat-tempat lain yang menarik untuk dikunjungi, antara lain tempat-tempat pembuatan wine. Salah satunya adalah Yering Station di Yarra Valley, yang didirikan pada tahun 1838. Walaupun bukan penghasil wine yang terbesar di Australia, Yering Station adalah salah satu perusahaan wine milik keluarga yang sulit untuk dilewatkan.

Pemandangannya pun sangat indah.
Yering Station mencakup tempat pembuatan wine, tempat pencicipan wine, kedai penjualan wine dan beberapa produk makanan lainnya, serta restoran yang menyediakan makanan dan wine kelas satu.
Sebagai salah kota tujuan wisata, Melbourne yang bisa dikategorikan sebagai kota metropolitan cukup ramah kepada turis kelas ekonomi yang akrab dengan sebutan backpacker (penyandang ransel). Tempat penampungan turis penyandang ransel letaknya berdekatan dengan hotel-hotel berbintang empat.
Seperti Melbourne, Sydney-kota terbesar di Australia yang berpenduduk 3,8 juta jiwa-pun merupakan daerah tujuan utama para pelancong. Sebagian besar dari daerah tujuan pelancong yang utama terpusat di sekitar Sydney Harbour, termasuk Sydney Harbour Bridge dan Sydney Opera House. Di luar itu masih ada Darling Harbour yang terkenal dengan akuarium air tawar dan air laut raksasanya, serta kawasan kota tua Sydney, yang dinamakan The Rocks dan Millers Point.
Yang menarik dari akuarium raksasa di Darling Harbour, yang bisa dijangkau dengan monorel, adalah setiap pengunjung yang telah membayar tiket masuk dapat mengunjungi akuarium tersebut selama beberapa kali sampai waktu tutupnya. Dengan gambar ikan hiu yang dicap di tangan, orang yang mengunjungi akuarium tersebut pada pagi hari dapat kembali lagi sore hari seusai melihat-lihat atraksi lain di Darling Harbour atau melakukan tur dengan kapal di sekitar Sydney Harbour.

Jika Anda mempunyai nyali yang besar, alias tidak takut ketinggian, Anda bisa ikut tur menaiki Sydney Harbour Bridge. Tur yang dimulai dari Cumberland Steet Nomor 5 di kawasan The Rocks, seluruh prosesnya menghabiskan waktu selama 3,5 jam. Proses menanjaknya sendiri sesungguhnya tidak terlalu lama. Namun, karena didahului dengan pemeriksaan kesehatan (cek napas), pelatihan penggunaan peralatan pengamanan, menunggu giliran untuk menanjak karena banyaknya peserta, serta sesi pemotretan dan menikmati suasana di puncak jembatan (yang pemandangannya sangatlah indah), maka akhirnya tur itu menghabiskan waktu sekitar 3,5 jam. Dan, di akhir tur, Anda akan menerima sebuah sertifikat dan foto bersama rombongan.
Sydney juga merupakan kota yang menyenangkan untuk berbelanja. Salah satunya di Kawasan City Center yang merupakan kawasan pertokoan yang cukup luas. Dan, uniknya, pusat-pusat pertokoan itu berhubungan satu sama lain di lantai bawah tanah (basement)-nya. Dengan demikian, orang tidak perlu keluar masuk pusat pertokoan yang letaknya berdekatan satu sama lain. Orang cukup turun melalui eskalator ke lantai bawah tanah dan pindah ke pusat pertokoan lain.
PARIWISATA merupakan salah satu industri Australia yang terluas dan mengalami pertumbuhan yang tercepat. Dalam tahun 2000-2001, sektor pariwisata menyumbang sekitar 17,1 miliar dollar Australia kepada ekonomi Australia. Pariwisata menyumbang 11,2 persen dari pemasukan total ekspor Australia sehingga pariwisata menjadi penyumbang keempat terbesar setelah hasil tambang, manufaktur, dan pertanian. Sektor pariwisata menampung 6 persen dari seluruh tenaga kerja di Australia. Diperkirakan, sumbangan sektor pariwisata akan bertambah menjadi 34 miliar dollar Australia, meningkat dua kali lipat daripada saat ini, dalam 10 tahun mendatang.
Alasan utama wisatawan datang ke Australia adalah karena alamnya yang indah, kebudayaannya yang khas, makanan dan wine, gaya hidup masyarakatnya, penduduknya yang ramah, dan juga karena iklimnya. Keberadaan Australia di belahan selatan Bumi menjadikan iklimnya bertolak belakang dengan iklim di negara-negara Barat yang terletak di belahan utara. Dengan demikian, di saat penduduk di belahan utara sedang menghadapi musim dingin, sebagian dari mereka datang ke Australia untuk menikmati musim panas.
Pada tahun 2000-2001, sebanyak 4,8 juta pendatang dari luar negeri berkunjung ke Australia. Rata-rata pendatang dari luar negeri tinggal selama 10 hari di Australia. Pendatang dari Kanada rata-rata tinggal selama 20 hari, Inggris (20 hari), dan Jerman (25 hari) sehingga pendatang dari ketiga negara itu mempunyai rata-rata tinggal terlama di Australia.
Dan, tujuan para pendatang dari luar negeri itu ke Australia adalah berlibur (54 persen), mengunjungi teman atau keluarga (20 persen), bisnis (15 persen), dan pendidikan (6 persen). (James Luhulima)

Lebih Lengkap Tentang Kota-Kota di Dunia: Klick TRAVELINGPOST

Sumber: Kompas, Kamis, 29 April 2004.
About these ads

Entry filed under: AUSTRALIA. Tags: .

Velo’v, "Onthel" ala Lyon Gambaran Kehidupan Damai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Feeds

July 2007
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Unknown Feed

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: